BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini pendidikan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Olehnya itu, perkembangan di bidang pendidikan harus dititik beratkan pada pencapaian sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga dapat memberikan konstribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Harus disadari bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi pola pikir, cara hidup, serta kerja manusia. Sehubungan dengan itu, diharapkan pemerintah membuat berbagai strategi demi peningkatan mutu pendidikan dalam mencapai manusia Indonesia yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka, semua bidang studi yang diajarkan disekolah diharapkan dapat memberikan berbagai konstribusi positif yang dapat meningkatkan intelegensi dalam diri siswa.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang berusaha meningkatkan mutu pendidikan melalui proses belajar mengajar, menjadikan guru sebagai subjek yang berperan penting sebagai pembentuk kepribadian siswa secara utuh dan menyeluruh. Olehnya itu diperlukan profesionalisme seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam belajar. Menurut Purwanto, (1990 : 107), menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dapat dibedakan atas faktor dari dalam diri, antara lain bakat, sikap, kecerdasan, minat dan motivasi, serta lingkungan. Siswa merupakan objek pendidikan yang mempunyai hak dan kewajiban dalam lembaga-lembaga pendidikan formal. Khususnya mendapatkan suatu ilmu yang disampaikan oleh pendidik dalam proses mengajar terdapat interaksi antara pendidik dan peserta, yakni adanya guru yang menyampaikan sejumlah bahan pelajaran serta adanya siswa yang menerima sejumlah materi yang disampaikan dengan menggunakan media pengajaran tertentu.
Guru dalam menyampaikan bahan pelajaran berusaha menarik minat anak didik, agar siswa benar-benar ada perhatian mengikutinya. Dalam penerapan materi biologi khususnya di Kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa sekuarang-kurangnya guru dapat mempengaruhi minat siswa agar prestasi dapat lebih meningkat. Bidang studi IPA biologi dapat dikatakan sebagai induk ilmu yang sangat penting karena pendidikan biologi di SMP Muhammadiya Sepa sangat jarang sekali sehingga dapat dikatakan pendidikan biologi membawa pengaruh yang sangat positif.
Perhatian siswa dalam menerima materi pelajaran khususnya bidang studi biologi sebaiknya terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Sebab pendidik yang kurang interaksi dengan peserta didik dengan baik menyebabkan proses belajar mengajar berjalan kurang baik, sehingga peserta didik juga tidak mempunyai perhatian dan kadang sampai mereka kelaur kelas, siswa juga terkadang menjauhi guru, hal ini akan mengakibatkan kesenjangan antara peserta didik dengan pendidik dan implikasinya adalah kurangnya partisipasi aktif dalam proses belajar mengajar.
Dalam memotivasi siswa untuk mengikuti mata pelajaran biologi agar memperoleh prestasi dengan baik, maka diperlukan ada hubungan baik antara peserta didik dan pendidik, sebab pendidik yang kurang berinteraksi dengan peserta didik, maka siswa tersebut kurang bergairah dalam menerima materi yang akan diajarkan.
Dari latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh Minat dan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi”
1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah ada pengaruh minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Mahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahuhui bagaimana pengaruh minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Mahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Mahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi.
1.4. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Dapat menjadi bahan masukan kepada guru khususnya guru mata pelajaran biologi untuk dapat memperhatikan siswa-siswa dalam proses pembelajaran.
2. Dapat menjadi bahan pertimbangan sekaligus konstribusi pemikiran dalam upaya peningkatan mutu pelaksanaan pendidikan khusus bidang studi biologi.
3. Sebagai bahan referensi bagi teman-teman mahasiswa khususnya mahasiswa FKIP Unidar Ambon yang ingin melakukan penelitian lanjutan demi penyempurnaan penulisan ini.
1.5. Penjelasan Istilah
a. Pengaruh
Pengaruh adalah daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu yang berkuasa (Purwadarminta, 1976).
b. Minat
Kecenderungan siswa untuk menumbuhkan kemauan/minat belajar dengan memperhatikan aktivitas belajar serta mempengaruhi penerimaan baru
c. Motivasi
Motivasi belajar adalah keseluruhan dorongan atau daya penggerak yang mengakibatkan perubahan perilaku siswa yang mengarah pada proses kegiatan belajar.
d. Hasil Belajar
Nilai yang diperoleh peserta didik sebagai hasil kemampuan penguasaan pengetahuan tentang materi yang telah diajarkan/didapat siswa dari sejumlah materi dalam mata pelajaran yang dinyatakan dalam skor.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Minat Belajar
Sebelum menguraikan pengertian minat belajar secara jelas, maka terlebih dahulu akan dikemukakan satu persatu pengertian kata yang ada di dalamnya, yakni kata minat dan belajar.
Minat adalah kecerdasan hati yang tinggi terhadap suatu gairah, keingingan. Dalam kamus baha indonesia (Purwadarminta, 1976) bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk menghasilkan dan mengenai beberapa kegiatan. Lingkungan diminati seseorang diperhatikan terus semntara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diakui dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu dengan perasaan senang dan dari itu diperoleh kepauasan.
Minat berhubungan besar dengan belajar, karena baik bahasa pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, ia kana malas untuk belajar, ia tidak akan memperoleh kepauasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik siswa lebih mudah disimpulakn karena minat menambah kegiatan belajar.
Selanjutnya Slameto, 1987 : 182 mengemukakan “bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuru. Minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungannya tersebut semakin besar minatnya”.Dalam proses belajar haruslah diperhatikan ada yang mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau mempunyai motif untuk berfikir dan memuaskan perhatian, merencanakan kegiatan yang berhubungan/menunjang belajar.
Beberapa ahli pendidikan berpendapat sebagaimana yang dikemukakan oleh Slameto, 1987 : 182, bahwa cara paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu objek adalah dengan menyesuaikan dengan minat-minat siswa yang telah ada, misalnya menaruh minat pada olah raga balap mobil. Minat adalah seperangkat mental yang terdiri dari suatu perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takjub atau kecenderungan lain yang mengharapkan individu kepada suatu individu lain yang memegang peranan penting dalam mengembalikan keputusan. Minat mengarah terhadap individu terhadap obejk, rasa senang dan tidak senang, suka atau tidak suka. Munurut Sukardi, 1982 bahwa minat seseorang dapat diketahui dari pernyataan senang, suka atau tidak suka terhadap suatu objek tertentu.
Disamping memanfaatkan minat yang telah ada, menurut Tammer (dalam Slameto, 1987 : 135) menyatakan agar para pengajar juga berusaha membentuk minat-minat baru pada diri siswa. Hal ini dapat dicapai dengan jalan memberikan informasi pada siswa mengenai hubungan atau pada suatu bahasa pengajaran yang diberikan.
Bila usaha-usaha tersebut diatas telah berhasil, pengajaran dilakukan dengan menggunakan insentif dalam usaha mencapai tujuan, pengajaran intensif merupakan alat yang dipakai untuk membujuk seorang agar melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya dengan baik, diharapkan pemberian intensif akan membangkitkan motivasi siswa dan mungkin minat terdapat bahan yang diajarkan akan muncul.
Siswa yang berminat pada mata pelajaran tertentu akan memperlihatkan perilaku yang memperhatikan terus pelajaran atau yang berhubungan dengan pelajaran yang diminatinya. Misalnya seorang siswa berminat pada pelajran biologi, siswa tersebut melakukan aktivitas yang berkaitan dengan biologi dengan senang hati, siswa akan bergairah dan merasa senang dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Karena itu minta menimbulkan suatu rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh (Slameto, 1997 : 180).
Hal ini sejalan dengan pendapat Sardiman. S. M, 2008 : 16, ia menyatakan “minat adalah 1). Sikap yang terus menerus perhatian seseorang dalam memilih objek yang menarik, 2). Perasaan yang menentukan aktivitas, kegemaran atau objek yang bernilai tinggi bagi seseorang, dan 3). Motivasi tentu yang mengarahkan kepada perilaku ke sasaran (tujuan)’.
Jadi untuk mengarah pada suatu objek, mak perlu diketahui mintanya terhadap objek tersebut, sebab minat tidak hanya menggerakan pikiran untuk sekedar berangan-angan, namun juga mengarahkan pikiran untuk berusaha mewujudkannya. Apabila kegiatan itu belum terwujud biasanya akan menimbulkan kegelisahan dan perasaan sebagai akibat ketidak puasan. Inilah yang mendorong manusia untuk selalu beraktivitas mengikuti kecenderungan hati atau minat yang ada.
Demikian pula halnya dengan seseorang siswa berminta pada mata pelajaran biologi siswa tersebut akan selalu berusaha menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan pelajaran biologi sampai tuntas, ia akan menggunakan waktu lebih banyak untuk belajar biologi karena siswa yang berminat itu akan merasa enggan berhenti sebelum soal yang dikerjakan tersebut memperoleh jawaban yang benar. Dengan demikian, peluang untuk memperoleh nilai belajar yang tinggi pada mata pelajaran biologi sangat besar.
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar
Menurut Syah (1995) mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar secara umum dibagi atas dua golongan yaitu :
a. Faktor internal (faktor dari dalam diri manusia) yang meliputi :
1. Faktor fisiologi
2. Faktor psikologis
b. Faktor eksternal (faktor dari diri manusia) meliputi :
1. Faktor lingkungan keluarga
a. Faktor orang tua meliputi cara mendidik anak, hubungan orang tua dengan anak, contoh dan bimbingan dari orang tua.
b. Faktor suasana atau keadaan rumah, meliputi suasana yang terlalu gaduh, terlalu tegang, banyak ceksok dalam keluarga mengakibatkan anak tidak betah tinggal di rumah sehinggga kegiatan belajarnya dapat terganggu.
c. Faktor ekonomi keluarga, ekonomi yang kurang atau terlalu miskin dan ekonomi yang terlalu kaya juga empengaruhi proses belajar siswa.
2. Faktor lingkungan sekolah
a. Faktor guru meliputi, guru yang kuarang kualitif, hubungan guru dan siswa (akibat dari guru yang kurang senyum, suka mara, suka membentak dan lainnya) guru tidak pandai menerangkan, sinis dan sombong semua faktor lain yang diakibatkan oleh gyry yang dapat menjadi penyebab kesulitan belajar siswa.
b. Alat belajar di sekolah, alat belajar di sekolah yang kurang lengkap membuat penyajian kurang baik, terutama pelajaran yang bersifat praktikum, kurang alat laboraturium yang banyak menimbulkan kesulitan dalam belajar, misalnya alat-alat seperti mikroskop, gelas ukur, dal lainnya, tidak adanya alat-alat tersebut menimbulkan perubahan metode belajar guru, segi ilmu pengetahuan dalam pemikiran anak memenuhi tuntutan dari berbagai tipe anak.
c. Faktor kondisi gedung terutama ditujukan oada ruang kelas tempat belajar anak, jika gedung dekat keramaian, gelap, lantai basah, ruangan sempit maka situasi belajar kurang baik.
d. Kurikulum yang kurang baik
e. Waktu sekolah dan disiplin kurang.
3. Faktor lingkungan masyarakat dan media massa
a. lingkungan masyaratak yaitu : teman bergaul, lingkungan keluarga dan segala aktivitas dalam masyarakat.
b. media massa yaitu, bioskop, surat kabar, majalah, buku komik, hal ini menjadi penghambat apabila anak terlalu banyak menggunakan waktunya untuk hal tersebut.
Sehubungan dengan minat belajar, khususnya mata pelajaran biologi, maka faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar dan hasil belajar pada tiap-tiap siswa bermacam-macam dan kompleks sesuia dengan keadaan siswa-siswa itu sendiri, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
b. Faktor yang mempengaruhi belajar
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, bahwa hasil belajar adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut, maka setiap kegiatan dan aktivitas manusia tentu tidak sedikit mengalami hambatan dan tantangan yang dihadapi dari berbagai hambtana dan tantangan itulah kadang manusia mampu mengatasinya.
Pada dasarnya setiap perbuatan manusia atau seseorang semestinya ada yang mempengaruhi, demikian pula halnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, prestasi belajar yang tinggi tidak hanya mengulangi peljaran yang diberikan oleh guru di sekolah saja, lebih dari itu seorang siswa mampu untuk memahami dan menganalisa yang telah diajarkan tersebut. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa secara efektif dan efisien.
Disamping faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar siswa adalah faktor fiologi, faktor ini sangat mempengaruhi apabila diperlihatkan secara lebih serius kepada siswa yang bersangkutan. Menurut Herman. E (1994 : 89) ia mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu “motivasi atau dorongan untuk belajar, motivasi meliputi dua faktor, arti belajar antara lain pengertian yang jelas tentang mengapa hal itu dipelajari, konsentrasi ialah perbuatan seluruh perhatian kita pada suatu situasi khusus. Reaksi bila kita bangun tidur itulah yang dikatakan reaksi organisasi denga menempatkan kepentingan bersama dalam waktu proses belajar dengan menganalisa”.
2.2. Motivasi Belajar
Kota motivasi berasal dari suku kata motivasi dan belajar. Sebelum membahas motivasi belajar penulis memandang perlu menjelaskan pengertian belajar terlib dahulu.
Mustaqin dan Abdul Wahid *dalam Sujana, 1991 : 60) mendefinisikan belajar sebagai berikut “belajar adalah proses perubahan, perubahan ini tidak hanya perubahan lahir tetapi perubahan batin, tidak hanya perubahan tingkah lakunya yang nampak, tetapi dapat juga perubahan-perubahan yang tidak nampak, perubahan ini bukan perubahan yang negatif, tetapi perubahan yang positif, yaitu perubahan yang menuju kearah kemajuan atau ke arah perbaikan”.
Sedangkan menurut Ratumanan (2006 : 25) memberikan batasan belajar sebagai berikut “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan sebagai hasil pengamatan individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan”. Menurut Sardiman. A. M (32008 : 73) ialah “kata motivasi diartika sebagai daya upaya yang mendorong untuk melakukan sesuatu atau suatu kondisi intra (kesiap-siagaan yang menjadikan seseorang aktif)”. Sedangkan pada bagian lain Ngalim Purwanto mendefinisikan pengertian motivasi sebagai sesuatu perubahan dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan atau reaksi untuk mencapai tujuan (Purwanto, 2002 : 17).
Menurut Mc. Donald (dalam Sardiman, 2008 : 71) menjelaskan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan (feeling) yang didahului dengan tanggapan terhadap tujuan. Kata belajar disini sebenarnya menyatu denga n kata motivasi sehingga tersusu kata “motivasi belajar” yang menurut Winarno Surahman (1984 : 76) ialah motivasi belajar adalah keseluruhan dorongan atau daya penggerak yang mengakibatkan perubahan perilaku siswa yang mengarah pada proses kegiatan belajar. Sehingga dari pengertian-pengertian diatas jela bahwa motivasi belajar sangat diperlukan dalam suatu kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan seseorang.
a. Usaha guru membangkitkan motivasi belajar.
Motivasi merupakan satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru harus mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Setiap guru memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana peserta didik belajar menyesuaikan diri dengan kondisi-kondis belajar dan lingkungannya. Hal tersebut akan menambah pengalaman dan wawasan guru sehingga memungkinkan proses pembelajaran lebih efektif dan optimal. Karena pengetahuan dan kejiwaan anak yang berhubungan dengan masalah pendidikan dapat dijadikan sebagai dasar dalam memberikan motivasi kepada peserta didik sehingga mau dan mampu belajar dengan sebaik-baiknya.
Guru sebagai motivator, harus mampu membangkitkan motivvasi belajar dengan emperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Peserta didik akan bekerja keras jika memiliki minat dan perhatian terhadap pekerjaan.
2. Memberikan tugas yang jelas dan dapat dimengerti
3. Memberikan penghargaan terhadap hasil kerja dan prestasi peserta didik
4. Memberikan hadiah dna hukuman secara efektif dan tepat guna.
5. Memberikan penilaian yang adil dan transfaran. (H. Umarella, 2009 : 7).
Disamping prinsip-prinsip tersebut guru dapat menggunakan berbagai cara untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Seperti yang dikemukakan oleh Wina Sanjaya, (2007 : 29) bahwa untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa antara lain dengan :
1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
2. Tujuan yang jeasl dapat membuat siswa paham kearah mana ia akan dibawah.
3. Membangkitkan minat siswa.
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliko motivasi untuk belajar. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, memberikan pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa, dan memberikan penilaian.
Bagai sebagian siswa nilai dapat menjadikan motivasi yang kuat dalam belajar oleh karena itu, penilaian harus dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil kerjanya dengan memperhatikan prinsip-prinsip dan cara membangkitkan motivasi belajar, maka pembelajaran dengan tepat guna sehingga pada akhirnya hasil yang diharapkan dapat diperoleh.
2.3. Hasil Belajar Biologi
Hasil belajar merupakan suatu ukuran berhasil tidaknya seorang siswa dalam proses belajar mengajar, hasil ini dapat diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar. Dalam kamus bahasa indonesia, pengertian hasil adalah prestasi yang telah dicapai seseorang setelah melakukan kegiatan tertentu atau belajar dengan kata lain hasil belajar adalah prestasi yang telah dicapai dalam belajar yang lazim ditujukan dengan nilai tes atau angkka yang diberikan oleh guru (Oeliono, 1996 : 787).
Hasil itu bertahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa kalau hasil belajar itu tidak tahan lama dan lekas menghilang berarti hasil daqri proses belajar mengajar tidak efektif. Hasil merupakan pengetahuan asli atau orientik pengatahuan, hasil belajar mengajar itu bagi siswa seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa, sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan cara mendekati suatu permalsahan.
Menurut Djamarah (1986 : 289) mengemukakan hasil dalam prestasi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Sehubungan dengan pengertian tersebut, maka secara singkat penulis memberikan pengertian bahwa yang dimaksud dengan hasil adalah suatu prestasi yang dicapai berkat kesungguhan atas usaha yang dilakukan, sehingga itulah yang disebujt dengan prestasi belajar.
Menjurut Abdurrahman (1993 : 97) menyatakan bahwa belajar adalah interaksi individu dengan lingkungannya membawa perubahan sikap, tindakan, perbuatan-perbuatan dan perilakunya atau belajar diartikan juga sebagai semua uoaya manusia dan individu memobilisasikan (menggerakan dan mengarahkan) semua-sumber yang dimilikinya (fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial) untuk memberikan gambaran atau jawaban (respon) yang tepat terhadap problem yang dihadapinya.
2.4. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dan kajian teori yang telah diuraikan maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ha : Ada pengaruh minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Mahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi
H0 : Tidak ada pengaruh minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Mahai Kabupaten Maluku Tengah Terhadap Hasil Belajar Biologi
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini adalah tipe deskriptif yang dimaksudkan untuk memperoleh data tentang minat dan motivasi belajar siswa kelas VII SMP Muhammdiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah terhadap hasil belajar biologi dengan kriteria penilaian sebagai beriku :
3.2. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Desa SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dari 22 Nopember sampai 6 Desember 2010.
3.3. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII1 dan Kelas VII2 SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah dengan jumlah siswa 40 orang.2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini diambil 1 kelas dari keseluruhan kelas VII secara acak atau random yaitu melalui undian dan diperoleh kelas VII1 yang berjumlah 20 siswa.
3.4. Variabel Penelitian
Yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas
Variabel bebas / pengaruh (X) = minat dan motivasi belajar dengan indikator : tujuan, minat, senang, pujian, penilaian, komentar dan persaingan.
2. Variabel terikat
Variabel terikat / pengaruh (Y) = hasil belajar sisiwa dengan indikator nilai rata-rata pada akhir proses pembelajaran konsep makhluk hidup.
3.5. Prosedur Penelitian
data diperoleh dengan cara memberi angket pada responden yaitu siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah, penelitian ini direncanaka selama 1 bulan dari pengambilan surat ijin penelitian sampai dengan pelaksanaan penelitian dan data dengan memberi angket dan wawancara kepada responden.
a. Tahap persiapan
Sebelum pemberian angket (pelaksanaan penelitia pada responden, langkah awal yang dilakukan adalah membuat angket dengan mengetahui variabel yang akan diukur kemudian dirumuskan ke dalam indikator-indikator. Selanjutnya indikator-indikator tersebut dalam pertanyaan (item) yang disertai dengan alternatif jawaban. Adapun jumlah item perindikator adalah 5 item untuk angket tersebut.
b. Tahap pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan dilakukan pada saat penelitian dengan memberi angket kepada responden atau siswa secara bersamaan, sedangkan wawancara dilaksanakan setelah siswa mengisi angket untuk mengecek jawaban responden pada angket yang telah mereka isi. Dan tahap akhir adalah peneliti melakukan tes untuk mendapatkan data nilai hasil belajar biologi khusus pada konsep makhluk hidup.
c. Tahap pengolahan data
Agar pengolahan data dapat dilakukan dengan efektif dan objektif terlebih dahulu peneliti melakukan/mengecek ulang, yaitu melakukan pemeriksaan ulang data yang telah terkumpul dan memberikan kode serta diolah dan dianalisa.
3.6. Instrumen Penelitian
Untuk memperoleh data penelitian, maka peneliti menggunakan instrumen berupa angket dan wawancara, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Angket
Penggunaan angket dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai metode primer, untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dan penguasaan materi oleh siswa VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah pada mata pelajarn biologi.
b. Wawancara
Wawancara dalam penelitian ini digunakan sebagai metode pelengkap dimaksudkan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh melalui angket. Bentuk pertanyaan disesuaikan dengan angket yang telah diisi responden.
c. Tes
Tes dilakukan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu, untuk memperoleh data penelitian tentang hasil belajar siswa, maka diperlukan alat pengumpul data atau isntrumen, untuk itu digunakan instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran pada konsep makhluk hidup.
3.7. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian menggunakan rumus korelasi produk moment dari Karl Pearson sebagai berikut :
Keterangan :
r = Koefisien korelasi
X = Variabel minat dan motivasi belajar
Y = Variabel prestasi belajar
Skor gabungan minat dan motivasi belajar dengan kategorinya :
Y = Ya : Skornya 3
K = Kadang-kadang : Skornya 2
T = Tidak : Skornya 1
15 – 25 = Rendah
26 – 35 = Sedang
36 – 45 = Tinggi
Untuk mengetahui besarnya pengaruh minat variabel minat dan motivasi belajar (X) terhadap variabel hasil belajar (Y) maka digunakan rumus koofisien penentu (KP) :
KP = r2
Dimana KP = Koofisien penentu
= Koofisien korelasi (J. Supranto, 2003 : 122)
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Kegiatan Penelitan
Gambaran umum kegiatan penelitian di lokasi Sekolah SMP Muhammadiyah Sepa dilaksanakan dari tanggal 22 Nopember sampai 6 Desember 2010, kegiatan penelitian yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Sepa bertujuan untuk mendapatkan data-data dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut :
a. Memilih objek penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII1 dan VII2 SMP Muhammadiyah Sepa.
b. Peneliti memilih secara acak siswa-siswa yang akan dijadikan sampel dalam penelitian
c. Peneliti menyebarkan angket penelitian kepada responden untuk mendapatkan data minat dan motivasi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa terhadap hasil belajar biologi.
d. Peneliti membantu guru mata pelajaran biologi dalam melaksanakan proses belajar pembelajaran.
e. Peneliti melakukan tes untuk mendapatkan nilai hasil tes
f. Setelah semua data terkumpul, maka peneliti melakukan pengolahan data.
4.2. Hasil Penelitian
4.1.1. Hasil Penskoran Terhadap minat dan Motivasi Siswa
Berdasarkan perhitungan data minat dan motivasi belajar pada lampiran 2 diketahui bahwa skor tertinggi adalah 43 dan skor terendah adalah 31 lebih jelasnya lihat pada lampiran 3 halaman 35
Penskoran yang ditujukan pada lampiran 8 diperoleh dengan menghitung skor gabungan dan angket yang terdiri dari 15 pertanyaan aspek yang dinilai, dengan rentangan skor gabungan dari 1 (Ya), 2 (Kadang-Kadang), 3 (Tidak), dihitung secara totalitas sehingga mendapatkan angka mutlak, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut :
Tabel 1 Rentangan Skor Gabungan Angket Minat
dan Motivasi Belajar
No | Skor | Kategori | Frekuensi | Presentasi |
1 | 15 - 25 | Rendah | - | - |
2 | 26 - 35 | Sedang | 5 siswa | 19,07% |
3 | 36 – 45 | Tinggi | 15 siswa | 80,23% |
Jumlah | 20 | 100% |
Sedangkan untuk dapat melihat nilai hasil belajar dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 36.
4.1.2. Analisa Statistik
Pengolahan data ini karena menggunakan statistik, maka digunakan hipotesis statistik atau H0 yaitu : tidak ada pengaruh minat dan motivasi siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah terhadap hasil belajar biologi. Maka berdasakan teknik analisa data yang digunakan, sehingga untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan product moment, dan dari data yang dikumpulkan dapat dilihat pada lampiran I data variabel (X) yakni minat dan motivasi belajar, sedangkan variabel (Y) yakni hasil belajar siswa kelas VII diperoleh nilai sebagai berikut :
N = 20
∑XY = 63744
∑X = 720
∑Y = 1683
∑X2 = 27506
∑Y2 = 149667
Akan dilihat korelasinya dengan menggunakan rumus :